Rebana (Musik Islami)
Alhamdulillah bisa hadir lagi,, kali ini kita sedikit menelisik sejarah yuk's.. kalian pasti akrab bgt kan sm alat musik yang satu ini,, apa lagi ni kalo buka Rebana yang tabuhannya sering bgt yak kita denger,,
Apa lagi ketika hari besar islam dan juga biasanya sih d beberapa acara seperti syukuran kelahiran atau akikahan juga bisa denger lantutan indah dan syar'i nya :)))
Gak perlu lama-lama ini dia sejarahnya..... :D
Rebana dikenal sebagai salah satu instrumen khas pengiring alunan musik atau syair-syair Arab. Alat musik yang terbuat dari kulit kambing yang dikeringkan ini punya sejarah yang amat panjang.
Apa lagi ketika hari besar islam dan juga biasanya sih d beberapa acara seperti syukuran kelahiran atau akikahan juga bisa denger lantutan indah dan syar'i nya :)))
Gak perlu lama-lama ini dia sejarahnya..... :D
Rebana dikenal sebagai salah satu instrumen khas pengiring alunan musik atau syair-syair Arab. Alat musik yang terbuat dari kulit kambing yang dikeringkan ini punya sejarah yang amat panjang.
Pada abad ke-6, masyarakat Madinah telah menggunakan
rebana sebagai musik pengiring dalam acara penyambutan atas kedatangan Baginda
Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Makkah. Kala itu masyarakat menyambut
kedatangannya dengan qasidah Thaala’al Badru yang diiringi dengan rebana. Ini
merupakan ungkapan kebahagiaan atas kehadiran seorang Rasul.
Rebana pun menjadi salah satu sarana dakwah bagi para penyebar Islam melalui lantunan syair-syair indah (yang diiringi rebana) yang berisi pesan-pesan agama Islam.
Sekitar abad 13 Hijriah, seorang ulama besar dari
Yaman, Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi datang ke Indonesia dalam
misi berdakwah menyebarkan agama Islam. Ia membawa sebuah kesenian Arab berupa
pembacaan qasidah yang diiringi rebana. Ia pun mendirikan majlis sholawat dan
pujian-pujian kepada Rasulullah.
Majlis itu menyebar ke seluruh penjuru daerah, terutama Kalimantan dan Jawa. Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi juga mengarang sebuah buku yang berjudul “Simthu Al-Durar” yang memuat kisah perjalanan hidup Rasulullah SAW. Di dalamnya juga terdapat bacaan sholawat-sholawat, seringkali kitab itulah yang dibaca dan diiringi dengan alat musik rebana saat memperingati acara Maulid Nabi.
Hingga kini, kesenian ini pun sudah sangat akrab,
khususnya bagi para pecinta sholawat dan Maulid Nabi SAW sebagai sebuah
eksistensi seni budaya Islam.
Tetapi alat musik ini tidak hanya berkembang dalam dunia seni budaya Islam, Sobat Orbit! Sepanjang abad 18 dan abad 19, rebana yang disebut dengan tambourine di Eropa, berkembang sesuai budayanya, sehingga rebana (tambourine) juga digunakan dalam opera, balet, dan segala macam komposisi seni musik lainnya.
Sumber : http://www.orbitdigital.net/article/ini-dia-asal-muasal-rebana
Komentar
Posting Komentar